Mengukur Pengaruh Realitas Ekonomi Terhadap Pasar

Secara sederhana, terdapat sebuah konektivitas antara aktifitas ekonomi riil dan harga saham. Tetapi perlu diketahui bahwa kadang kala keterkaitan ini masih terdapat beberapa keraguan yang belum bisa dijelaskan secara utuh, dan tidak benar apabila dikatakan bahwa saat ekonomi sedang baik, Anda bisa yakin bahwa saham akan bisa naik beriringan dengan

cara yang sesuai dan juga sebaliknya. Permasalahnya adalah faktor yang mendorong pergerakan harga saham terlalu komplek, terfragmentasi dan kontradiktif jika hanya diterapkan korelasi ‘naik dan turun’ secara sederhana.

Faktor Penggerak Pasar Saham
Tentunya, siklus bisnis memiliki peran tersendiri. Jika Anda melihat grafik fluktuasi siklus bisnis, lalu tempelkan pada grafik indeks pasar, Anda akan melihat bahwa pasar saham mengikutinya secara garis besarnya. Tetapi kalau hanya garis besarnya tidak akan cukup dan itu adalah permasalahannya. Jika kita mempertimbangkan beberapa faktor lain yang menggerakkan pasar saham, selain perekonomian yang terlihat baik dan terus berkembang, kita dapat dengan mudah melihat bagaimana semuanya menjadi kompleks.

•    Suku Bunga
Jika suku bunga kemungkinan akan turun, saham akan mudah dilirik pembeli dan harga pun akan meningkat. Tetapi kemudian ada juga tingkat permintaan untuk barang-barang dalam ekonomi, yang akan mendorong naik harga saham ketika jumlah permintaan tersebut meningkat, dan tentu bisa terjadi sebaliknya. Tetapi untuk permintaan barang-barang dari luar negeri akan bergantung pada nilai tukar mata uang, dimana sebagian dari nilai mata uang juga tergantung pada tingkat suku bunga dan sebagainya.

•    Psikologi Investor
Banyak orang mungkin akan terjun ke dalam pasar yang sudah ‘overheat’, dimana sebetulnya lebih baik tidak memasuki pasar saat itu. Dan mereka panik dan kabur dari pasar ketika sebenarnya itulah saat yang tepat untuk melakukan aksi beli. Didalam sejarah perekonomian, kita telah melihat bagaimana pasar bisa melampaui dan mendorong harga naik ke tingkat yang tidak sewajarnya jika dibandingkan dengan kinerja ekonomi riil. Dan ada hal sebaliknya, dengan orang-orang melakukan aksi jual saat ekonomi sedang baik-baik saja, hanya karena sentimen sedang negatif.

•    Faktor Politik Dan Bencana Alam
Adanya pemilihan umum, pembunuhan, serangan teroris, bencana alam, epidemic dan wabah dan banyak lainnya dimana bisa memberikan kejutan yang terjadi besok dan hilang dihari selanjutnya, atau akan ada selama waktu bertahun-tahun, yang bisa membuat anda rugi atau untung. Perlu dicatat bahwa ini adalah factor non-ekonomi, yang artinya pasar juga merefleksikan hal ini.

Sebagai tambahan, beberapa faktor ini mampu memicu harga saham untuk naik, sementara beberapa lainnya memicu harga turun; kadang-kadang faktor yang tidak tetap mampu memberikan kotradiktif terhadap faktor tertentu lainnya. Jadi kita memiliki interaksi dari faktor-faktor ini yang simultan dan multitafsir dengan ukurang intensitas yang sangat variatif.

•    Spekulasi
Terpisah dari bagian mudah dan sulit yang digambarkan diatas, alasan mendasar untuk melakukan aksi beli di pasar adalah bahwa orang berpikir harga akan naik dan akan ada orang yang akan membayarnya dengan harga tinggi di masa yang akan datang. Inilah yang dinamakan esensi dari spekulasi dan jelas tak ada hubungannya dengan proses produktif pembangunan ekonomi.

Jadi Apa Artinya Buat Kita?
Pergerakan harga saham dipicu oleh kombinasi fundamental ekonomi, psikologi dan politik yang sangat rumit. Jadi sangat sulit untuk mengetahui segi fundamental atau non-fundamental mana yang akan benar-benar memberikan pengaruh terhadap pasar.

Selain semua itu, tren masih bisa menjadi teman Anda. Seringkali masih mungkin diketahui faktor mana yang akan mendominasi selama periode tertentu, selama jangka waktu tertentu. juga termasuk, beberapa saham, sektor dan kelas aset yang terlihat baik dan berharga untuk mereka. Prediksi adalah sesuatu yang memungkinkan, dan keseluruhannya bukan merupakan permainan kesempatan. Tetapi jika Anda mencari indikator yang pasti dan berpikir bahwa siklus bisnis dan siklus bursa saham adalah satu dan sama, Anda akan mendapatkan sebuah kekecewaan atau bahkan dapatkan hal lebih buruk lagi.

Trik-nya bukan mencoba, dan mencari semua sudut penilaian penolong, tetapi untuk menentukan faktor apa yang akan mendominasi selama jangka waktu periode tertentu. Meskipun banyak faktor yang berpotensi untuk relevan, diantaranya faktor-faktor tersebut sangat penting dalam jangka waktu tertentu dan untuk jenis aset yang berbeda.

Gambaran Praktikal
Jika seorang presiden dari negara ekonomi besar terbunuh, pasar kemungkinan besar akan langsung akan anjlok. Untuk berapa lamanya itu adalah masalah lain. Demikian pula, angka pengangguran yang benar-benar tinggi akan negara pesimis dan akhirnya mengarah pada penjualan saham.

Trend nasional dan internasional tertentu juga dapat diperkirakan secara akurat untuk terus berlangsung. Kecenderungan demografis dari kondisi negara maju kemungkinan akan berjalan untuk beberapa waktu tertentu. Ini tentunya sangat menjanjikan terhadap beberapa jenis investasi.

Penutup
Jika ekonomi tampil dengan baik, maka pasar saham kemungkinan juga akan mengalami hal yang sama. Tetapi tidak satu hubungan yang benar-benar konsisten dan bisa diandalkan dari apa yang terjadi untuk semua siklus pasar dalam bentuk yang bisa di prediksi. Sederhanyanya terdapat terlalu banyak faktor yang berpengaruh dan realitas ekonomi hanya salah satu faktor diantaranya. Ini bukan berarti apapun bisa terjadi, tetapi dapat diartikan bahwa sektor finansial dan sektor riil saling bahu-membahu untuk periode tertentu saja.

 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler