Saham, Indeks Saham, dan Indeks Saham Berjangka

Article Index
Saham, Indeks Saham, dan Indeks Saham Berjangka
Page 2
All Pages

Dalam dunia keuangan, secara teoritis, dibagi menjadi tiga besar yaitu pasar uang, pasar modal, dan pasar berjangka. Ketiga pasar ini menyediakan instrumen-instrumen investasi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Pasar uang menyediakan instrumen investasi yang berbasis mata uang dengan periode investasi biasanya jangka pendek.

Bagi anda yang sudah terbiasa dengan dunia investasi, mungkin tidak asing lagi dengan istilah saham, indeks saham, ataupun indeks saham berjangka.

Dalam dunia keuangan, secara teoritis, dibagi menjadi tiga besar yaitu pasar uang, pasar modal, dan pasar berjangka. Ketiga pasar ini menyediakan instrumen-instrumen investasi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Pasar uang menyediakan instrumen investasi yang berbasis mata uang dengan periode investasi biasanya jangka pendek. Pasar modal menyediakan instrumen investasi berupa saham dan obligasi beserta turunannya dengan periode investasi yang bervariasi, ada yang jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Sedangkan pasar berjangka menyediakan instrumen investasi derivatif (turunan) dari aset lain baik berupa komoditi maupun keuangan. Pasar berjangka memang ditujukan untuk melakukan aksi lindung nilai.

Di Indonesia sendiri ketiga pasar diatas memiliki tingkat perkembangan yang berbeda-beda. Pasar uang dan pasar modal, yang didirikan lebih dulu, telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dan dianggap telah menjadi pasar yang efisien jika dibandingkan dengan pasar berjangka yang secara harafiah baru berumur 7 tahun.

Saat ini informasi mengenai dunia keuangan telah banyak tersedia di media-media massa baik audio maupun visual. Kondisi rupiah dan harga-harga saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) adalah dua produk investasi yang paling banyak mendapatkan sorotan dari media.

Saham adalah surat tanda kepemilikan terhadap sebuah perusahaan. Saham ditransaksikan di sebuah bursa efek. Sebuah perusahaan go public dengan menerbitkan saham melalui proses IPO (Initial Public Offering). Dengan menerbitkan saham, yang berarti menjual sebagian kepemilikan perusahaan kepada publik, perusahaan mendapatkan dana segar yang dapat digunakan untuk tujuan ekspansi, operasional, atau yang lainnya. Dengan menerbitkan saham, nilai sebuah perusahaan menjadi lebih mudah untuk di ukur.

Keuntungan yang ditawarkan dari saham adalah capital gain dan dividen. Capital gain adalah selisih dari harga beli dan harga jual. Ketika seseorang berhasil menjual saham di harga yang lebih tinggi dari harga belinya, maka orang tersebut mendapatkan keuntungan dari capital gain. Sedangkan dividen adalah pembagian sebagian atau keseluruhan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan kepada pemegang saham. Biasanya dividen dibagikan tiap periode tertentu misalnya 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun.

Saham sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preffered stock). Dari kedua jenis saham diatas, yang paling banyak ditransaksikan di bursa adalah jenis saham biasa. Perbedaan utama dari saham biasa dan saham preferen adalah hak dan kewajibannya. Biasanya saham preferen diterbitkan secara terbatas.

Saham termasuk instrumen investasi yang memiliki resiko tinggi karena pergerakan harganya yang cepat. Pergerakan harga dari sebuah saham dapt dipengaruhi oleh banyak hal seperti kinerja perusahaan, laporan keuangan perusahaan, estimasi bisnis perusahaan di masa yang akan datang, kondisi ekonomi, harga-harga komoditas dunia, dan banyak lainnya.

Selain saham, di bursa efek juga ditransaksikan obligasi yaitu surat utang jangka panjang. Obligasi dapat diterbitkan oleh sebuah perusahaan ataupun pemerintah. Produk lainnya yang terdapat di bursa efek adalah warrant, stock option, right issue, dan lain-lain.



 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler