Harga Komoditi Dan Pergerakan Mata Uang

(MahadanaLearning) Memprediksi pergerakan berikutnya dalam pasar adalah kunci untuk menghasilkan uang dalam perdagangan, namun menempatkan konsep yang sederhana ini ke dalam tindakan jauh lebih sulit daripada kedengarannya. Faktanya adalah bahwa mata uang digerakkan oleh banyak faktor - penawaran dan permintaan, politik, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya.

Lebih khusus, sejak pertumbuhan ekonomi dan ekspor berhubungan langsung dengan industri dalam negeri suatu negara, adalah wajar untuk beberapa mata uang akan sangat berkorelasi dengan harga komoditas. Tiga mata uang utama yang memiliki korelasi ketat dengan komoditas adalah dolar Australia, dolar Kanada dan dolar Selandia Baru.

Mata uang lainnya yang juga dipengaruhi oleh harga komoditas tetapi memiliki korelasi yang lemah, adalah franc Swiss dan yen Jepang. Mengetahui korelasi mata uang dengan jenis komoditas dapat membantu memahami dan memprediksi pergerakan pasar tertentu. Di sini kita melihat korelasi mata uang dengan minyak dan emas dan menunjukkan bagaimana Anda dapat menggunakan informasi ini dalam format trading Anda.

Minyak dan Dolar Kanada
Selama beberapa tahun terakhir, harga komoditas berfluktuasi secara signifikan. Minyak, misalnya, melonjak dari $60 per barel pada tahun 2006 sampai yang tertinggi $147,27 per barel pada 2008 sebelum jatuh kembali di bawah $40 per barel pada kuartal pertama 2009 dan naik ke atas $80 di 2011. Volatilitas yang sama dapat dilihat pada harga emas, yang mencapai $1.600 per ounce pada bulan Juni 2011 dan kemudian tertinggi baru lebih dari $1.800 per ounce beberapa bulan kemudian pada bulan Agustus 2011.

Dengan banyak negara di seluruh dunia dalam resesi, tren harga komoditas dapat berarti perbedaan antara penurunan lebih dalam dan pemulihan lebih cepat. Mengetahui mata uang yang dipengaruhi oleh komoditas apa akan membantu Anda membuat keputusan perdagangan yang lebih baik.

Minyak adalah salah satu kebutuhan dasar dunia - setidaknya untuk saat ini, kebanyakan orang di negara maju tidak bisa hidup tanpa itu. Pada bulan Februari 2009, harga minyak hampir 70% di bawah tertinggi sepanjang masa di $147,27 yang dicapai pada 11 Juli 2008. Penurunan harga minyak adalah sebuah mimpi buruk bagi produsen minyak, sementara konsumen minyak menikmati manfaat dari daya beli yang lebih besar. Ini adalah perubahan 180 derajat dari situasi pada awal 2008, ketika rekor tingginya harga minyak menempatkan senyum lebar di wajah produsen minyak sambil memaksa konsumen minyak untuk mengeluarkan uang.

Ada sejumlah alasan untuk menjelaskan kejatuhan harga minyak, termasuk dolar yang lebih kuat (minyak yang dihargakan dalam dolar) dan permintaan global yang melemah.

Sebagai eksportir minyak, Kanada sangat terpukul oleh penurunan minyak, sementara Jepang - sebuah negara utama pengimpor minyak - cenderung diuntungkan.

Antara tahun 2006-2009, misalnya, korelasi antara dolar Kanada dan harga minyak adalah sekitar 80%. Pada basis harian, korelasi dapat kontradiktif, tapi selama jangka panjang telah kuat karena nilai dolar Kanada memiliki alasan bagus untuk menjadi sensitif terhadap harga minyak.

Kanada adalah produsen ketujuh terbesar minyak mentah di dunia dan terus mendaki daftar tersebut, dengan produksi minyak yang meningkat secara teratur. Pada tahun 2000, Kanada melebihi Arab Saudi sebagai pemasok minyak paling signifikan Amerika Serikat. Tanpa banyak diketahui, ukuran cadangan minyak Kanada adalah hanya kedua dibandingkan Arab Saudi. Kedekatan geografis antara Amerika Serikat dan Kanada, serta ketidakpastian politik yang berkembang di Timur Tengah dan Amerika Selatan, menjadikan Kanada sebagai salah satu tempat yang lebih diinginkan dari mana AS dapat mengimpor minyak.

Namun Kanada tidak hanya melayani permintaan AS. Sumber daya minyak yang luas di Kanada mulai mendapatkan banyak perhatian dari China, terutama sejak Kanada menemukan persediaan minyak baru setelah klasifikasi ulang minyak pesisir Alberta-nya menjadi kategori "dapat ditemukan secara ekonomi."

Minyak dan Ekonomi Jepang
Pada belahan dunia lainnya, Jepang, mengimpor hampir semua minyak yang dibutuhkannya (dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang mengimpor sekitar 50%). Seperti tahun 2011, Jepang adalah pengimpor minyak terbesar ketiga di dunia di belakang Amerika Serikat dan Cina. Kurangnya sumber energi Jepang dari dalam negeri, dan kebutuhannya dalam mengimpor minyak mentah, gas alam dan sumber daya energi lain, membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan harga minyak.

Jepang juga tidak memiliki fleksibilitas untuk beralih ke tenaga nuklir karena merupakan importir besar dari uranium untuk pembangkit tenaga nuklir. Seperti tahun 2008, ketergantungan Jepang pada impor energi utama lebih dari 84%. Minyak yang dibutuhkan Jepang adalah 49% dari total kebutuhan energi, batu bara dengan 20%, tenaga nuklir 13%, gas alam 14%, pembangkit listrik tenaga air 3% dan sumber-sumber terbarukan hanya 1%. Oleh karena itu, saat harga minyak meroket, perekonomian Jepang menderita.

Beralih Ke Emas
Pelaku pasar emas juga mungkin akan terkejut mendengar bahwa perdagangan dolar Australia adalah seperti perdagangan emas dalam banyak cara. Sebagai produsen emas terbesar ketiga di dunia, dolar Australia memiliki korelasi positif 84% dengan logam mulia antara 1999 dan 2008. Secara umum, ini berarti bahwa ketika harga emas naik, dolar Australia menguat.

Kedekatan jarak Selandia Baru membuat Australia dipilih menjadi tujuan ekspor barang-barang Selandia Baru. Oleh karena itu, kesehatan ekonomi Selandia Baru berhubungan erat dengan kesehatan ekonomi Australia, yang menjelaskan mengapa NZD / USD dan AUD / USD memiliki korelasi positif 96% selama periode waktu yang sama. Korelasi NZD / USD dengan emas sedikit kurang dari dolar Australia tetapi masih kuat di 78%.

Korelasi lebih lemah, namun tetap penting, adalah antara harga emas dan franc Swiss. Negara netral politik dan fakta bahwa mata uang yang digunakan harus didukung oleh emas telah membuat franc sebagai mata uang pilihan ditengah ketidakpastian politik. Dari Januari 2006 sampai Januari 2009, USD / CHF dan harga emas memiliki korelasi positif 77%. Namun, hubungan itu agak pecah pada bulan September 2005 karena dolar AS dipisahkan dari pergerakan harga emas.

Penutup
Tidak ada salahnya untuk mengetahui berbagai jenis informasi dan keterkaitan antara harga komoditi dengan pergerakan mata uang menjadi salah satu informasi yang akan sangat berguna bagi kebutuhan trading Anda. Karena respon antar pasar saat saling terkait, kemungkinan akan sangat berguna jika Anda memberikan perhatian lebih pada mata uang atau komoditas tertentu untuk kebutuhan transaksi Anda.

 

 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler