Efisiensi Pasar, apakah itu?

Article Index
Efisiensi Pasar, apakah itu?
Page 2
All Pages
Image Ketika uang ditempatkan dalam pasar modal, hal itu ditujukan untuk mendapatkan keuntungan dari modal yang diinvestasikan. Banyak investor tidak hanya mencoba untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang menguntungkan, tetapi juga berusaha untuk mengalahkan pasar.

Ketika uang ditempatkan dalam pasar modal, hal itu ditujukan untuk mendapatkan keuntungan dari modal yang diinvestasikan. Banyak investor tidak hanya mencoba untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang menguntungkan, tetapi juga berusaha untuk mengalahkan pasar.

Bagaimanapun, efisiensi pasar, yang terdapat pada formula hipotesa pasar efisien (HPE) yang ditemukan oleh Eugene Fama ditahun 1970, mengatakan bahwa harga benar-benar merefleksikan seluruh informasi yang tersedia pada sebuah saham atau pasar di sebuah periode. Karena itu, menurut HPE, tidak ada seorang investor yang akan mendapatkan keunggulan dalam memprediksi harga saham karena akses informasi telah tersedia bagi semua.

Efek Efisiensi: Tidak Terprediksi
Informasi yang ada tidak hanya terbatas pada berita keuangan dan risetnya, walaupun memang informasi mengenai politik, ekonomi, dan kejadian sosial, dikombinasikan dengan sikap investor pada informasi, apakah benar atau hanya rumor, akan tercermin pada harga saham. Menurut HPE, tidak ada seorang pun yang memiliki kemampuan untuk menggulung kerugian orang lain karena harga merespon hanya pada informasi yang tersedia di pasar, dan karena seluruh pelaku pasar memiliki akses pada informasi yang sama.

Dalam pasar yang efisien, harga menjadi bergerak acak sehingga sulit diprediksi, jadi tidak ada pola investasi yang abadi. Pola harga yang bergerak acak ini menghasilkan kegagalan dari strategi investasi yang bertujuan untuk mengalahkan pasar secara konsisten.

Tantangan Untuk Efisiensi
Dalam dunia investasi nyata, banyak sekali argumen melawan teori HPE. Ada investor yang terus-menerus berhasil mengalahkan pasar, seperti Warren Buffett, dimana strategi investasinya berfokus pada saham-saham yang undervalued. Strategi ini berhasil menghasilkan milyaran dolar baginya dan memberikan banyak pengikut. Ada manajer investasi yang memiliki rekor lebih baik dibanding dengan lainnya, dan ada sekuritas yang melakukan riset lebih banyak dibanding dengan lainnya. Jadi bagaimana kinerja bisa acak jika jelas-jelas ada orang yang mendapatkan keuntungan dan mengalahkan pasar?

Studi pada perilaku keuangan, yang melihat pada psikologis investor pada harga saham, menunjukkan bahwa terdapat beberapa pola terprediksi di pasar modal. Investor cenderung membeli saham yang undervalue dan menjual saham yang overvalue, dan dalam sebuah pasar dengan banyak pelaku pasar, hasilnya bisa apapun tetapi efisien.


 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler