Berselancar Dengan Elliott Wave

Article Index
Berselancar Dengan Elliott Wave
Page 2
Page 3
Page 4
All Pages

Teori Elliott Wave dikembangkan oleh Ralph Nelson Elliott pada akhir 1920-an dengan menemukan bahwa pergerakan harga saham menghasilkan sebuah pola walau acak, bahkan diperdagangkan dalam siklus yang berulang.

Teori Elliott Wave dikembangkan oleh Ralph Nelson Elliott pada akhir 1920-an dengan menemukan bahwa pergerakan harga saham menghasilkan sebuah pola walau acak, bahkan diperdagangkan dalam siklus yang berulang.

Elliott menemukan bahwa siklus berulang ini dihasilkan dari reaksi investor sampai adanya faktor eksternal, atau kondisi predominan dari banyak pelaku pasar disaat tersebut. Ia menemukan bahwa pergerakan naik atau turun yang disebabkan psikologi masal ini selalu bergerak dalam pola yang berulang, yang kemudian ia jelaskan secara detil menjadi yang dinamakan ‘wave’ (gelombang).

Teori Elliott ini memiliki kesamaan dengan Teori Dow bahwa harga bergerak dalam gelombang. Namun Elliott berhasil memberikan penjelasan dan analisa yang lebih mendetil mengenai gelombang-gelombang pergerakan harga ini.

Konsep Dasar
Elliott membuat prediksi pergerakan harga pasar berdasarkan karakter unik yang ia temukan dalam pola gelombangnya. Sebuah gelombang impulsive, yang bergerak bersama dengan tren utama, selalu menunjukkan lima gelombang dalam polanya. Dalam skala yang lebih kecil, didalam tiap gelombang impulsive, lima gelombang dapat ditemukan lagi. Dan dipola yang lebih kecil tersebut, lima gelombang juga terjadi dan terus berulang.

Didalam pasar keuangan, setiap aksi menciptakan reaksi berlawanan yang sama seiring dengan naik turunnya harga diikuti oleh pergerakan berlawanan setelahnya. Pergerakan harga terbagi menjadi tren, koreksi, atau pergerakan sideways. Tren merupakan arah utama dari pergerakan harga sedangkan koreksi bergerak berlawanan dengan tren. Elliott memberikan sebutan bagi pergerakan tersebut dengan ‘impulsive’ dan ‘corrective’.

Interpretasi Teori
Elliott Wave dapat dapat diinterpretasikan menjadi:
•    Setiap aksi diikuti oleh reaksi
•    Pergerakan lima gelombang pada tren utama diikuti oleh tiga gelobang koreksi (pergerakan 5-3).
•    Sebuah pergerakan 5-3 merupakan sebuah siklus
•    Pergerakan 5-3 ini akan menjadi dua bagian dari pola 5-3 berikutnya.
•    Pola 5-3 akan tetap konstan, walaupun jangka waktu dari tiap pola tersebut bisa berbeda-beda.

Mari kita lihat contoh berikut ini yang terdiri dari delapan gelombang (lima naik, tiga turun) yang diberi label 1, 2, 3, 4, 5, A, B, C.



 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler