Chart Pattern: Head & Shoulders - Target Harga

Article Index
Chart Pattern: Head & Shoulders
Proses Pembentukan Pola
Penembusan Neckline
Target Harga
All Pages


Untuk pola head and shoulder, volume digunakan paling utama ketika terjadi penembusan neckline. Dititik ini, menjadi penting jika penembusan garis neckline diikuti oleh pergerakan volume yang besar. Volume besar ketika dalam berhasil menembus neckline pada top head and shoulders mengindikasikan adanya aksi jual besar. Begitu juga sebaliknya pada bottom head and shoulders, volume besar ketika penembusan neckline menandakan adanya aktivitas beli yang besar.

Interaksi antara volume dan pergerakan harga dalam pembentukan sinyal reversal bukan sesuatu yang baku. Namun, ini menjadi kecenderungan umum dalam pola grafik.

Slope Garis Neckline
Faktor kunci lainnya dalam pola head and shoulders adalah bentuk dari garis neckline. Alasannya karena garis necline berfungsi sebagai support atau resistance selama pembentukan pola head and shoulders, dan juga menjadi entry point ketika pola head and shoulders terkonfirmasi.

Bentuk garis necline bukan hanya flat/datar, tetapi bisa juga memiliki tingkat kemiringan (slope) tertentu. Bahkan dalam banyak kejadian, garis neckline ini akan sedikit miring naik atau turun. Secara umum, top head and shoulders yang kuat secara teknikal sebisa mungkin memiliki garis neckline yang datar atau sedikit mengarah keatas. Untuk bottom head and shoulders, sebisa mungkin sedikit mengarah kebawah.

Target Harga
Sebuah faktor penting dalam analisa teknikal, tetapi sering diremehkan, adalah kalkulasi target harga. Hal ini mengukur perkiraan tujuan pergerakan harga selanjutnya, berdasarkan pola yang terkonfirmasi.

Arah pergerakan harga diasumsikan telah diketahui, berdasarkan indikasi konfirmasi yang ada, yang butuh dihitung adalah proyeksi pergerakan harga. Hal ini dilakukan agar target bisa ditentukan, baik dalam kondisi untung maupun rugi.

Target Harga Head & Shoulders

Target harga diukur berdasarkan ketinggian dari pola head and shoulders, yaitu jarak antara puncak head dengan garis neckline. Sebagai gambaran, misalkan harga tertinggi pada head adalah 1000 dan garis neckline berada di 900, dari sini ada selisih 100.

Target harga dihitung dengan mengurangi nilai pada garis neckline (900) dengan selisih antara harga tertinggi head dan garis neckline (100). Dari contoh ini, target harganya adalah 800 (900-100).

Angka yang dihasilkan dari perhitungan ini bukan sesuatu yang absolut melainkan sebagai panduan dalam mengukur target-target harga.

 

 



 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler