Candlestick, Teknik Analisa Asal Jepang

(MahadanaLearning) Bagi Anda yang sering berkecimpung didalam transaksi investasi dan keuangan, pasti sering mendengar, bahkan mengimplementasikan, teknik analisa yang bernama Candlestick. Teknik ini memang memiliki banyak penggemar walaupun tergolong salah satu teknik yang memiliki banyak pola analisa.


Teknik candlestick yang banyak digunakan saat ini berasal dari gaya charting teknikal yang digunakan oleh Jepang selama lebih dari 100 tahun sebelum dunia Barat mengembangkan sistem analisis bar dan point-and-figure. Pada tahun 1700, seorang pria Jepang bernama Homma, seorang pedagang di pasar berjangka, menemukan bahwa, meskipun ada hubungan antara harga dan pasokan dan permintaan beras, pasar sangat dipengaruhi oleh emosi para pedagangnya. Dia mengerti bahwa ketika emosi dimasukkan kedalam perhitungan, perbedaan besar antara nilai dan harga beras terjadi. Perbedaan antara nilai dan harga juga berlaku bagi produk investasi saat ini sama hal-nya beras di Jepang berabad yang lalu. Prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Homma merupakan dasar untuk analisis grafik candlestick, yang digunakan untuk mengukur emosi pasar.

Teknik charting ini telah menjadi sangat populer di kalangan trader dan investor. Salah satu alasannya adalah bahwa pola grafik yang dihasilkan hanya mencerminkan outlook jangka pendek, kadang-kadang berlangsung kurang dari delapan sampai sepuluh sesi perdagangan. Namun, candlestick charting adalah sistem yang sangat kompleks dan kadang sulit dimengerti.

Komponen Candlestick
Ketika pertama kali melihat grafik candlestick, seseorang yang biasa melihat bar chart mungkin akan merasa sedikit bingung, namun, seperti bar chart, garis candlestick harian berisi harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan dari periode tertentu. Nah disinilah dimana sistem mengambil seluruh tampilan baru: candlestick memiliki bagian yang luas, yang disebut "real body". Tubuh ini sebenarnya merupakan rentang antara harga pembukaan dan penutupan periode perdagangan. Ketika badan terisi, itu berarti harga penutupan lebih rendah dari pembukaan. Jika badannya kosong, itu berarti sebaliknya: harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan.

Gambar: Candlestick

 



Tepat di atas dan di bawah real body adalah "shadow". Analis selalu berpikir ini sebagai sumbu lilin, dan itu adalah bayangan yang menunjukkan harga tertinggi dan terendah pada suatu periode perdagangan. Jika bayangan atas pada badan yang terisi hanya berukuran pendek, hal ini menunjukkan bahwa harga pembukaan periode itu lebih dekat ke tertinggi. Sebuah bayangan atas yang pendek pada badan yang tak terisi menyatakan bahwa harga penutupan mendekati tertinggi. Hubungan antara harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan menentukan tampilan candlestick. Real body dapat berupa panjang atau pendek dan hitam atau putih, atau warna lainnya. Bayangan juga dapat berupa panjang atau pendek.

Membandingkan Candlestick Dengan Bar Charts
Sebuah perbedaan besar antara bar chart umum di Amerika dan candlestick Jepang adalah hubungan antara harga pembukaan dan harga penutupan. Disini lebih menekankan pada perkembangan harga penutupan saat ini dibandingkan penutupan sebelumnya. Di Jepang, chartists lebih tertarik pada hubungan antara harga penutupan dan harga pembukaan perdagangan pada hari yang sama, atau yang biasa disebut day trading.

Dengan adanya real body yang bisa berwarna didalam candlestick juga akan memudahkan seorang trader ataupun investor dalam melihat perubahan naik turun periodiknya dalam sebuah tren keseluruhan. Bar chart juga akan memperlihatkan tren keseluruhan, namun akan terasa beda ketika ingin melihat komponen kenaikan atau penurunan dari sebuah tren yang ada. Dari sini candlestick chart juga akan lebih nyaman untuk menafsirkan sentimen sehari-hari.

Pola Dasar Candlestick
Dalam banyak grafik, Anda dapat melihat candlestick yang memiliki panjang signifikan, baik itu ketika naik ataupun turun. Candlestick panjang ini biasa disebut "long black body" dan "long white body".  Yang hitam panjang merupakan periode bearish di pasar. Selama sesi perdagangan, harga naik dan turun dalam kisaran besar dan harga pembukaan didekat tertinggi dan ditutup didekat level terendah.

Dengan mewakili periode bullish, badan yang putih panjang, atau "long white body" adalah kebalikan dari garis hitam panjang. Harga bergerak naik sepanjang periode, namun harga pembukaan di dekat terendah dan ditutup didekat tertinggi.

Beberapa pola lainnya, seperti spinning tops memiliki badan yang sangat kecil dan bisa hitam atau putih. Pola ini menunjukkan rentang perdagangan yang sangat ketat antara harga pembukaan dan penutupan, dan pola ini banyak dianggap netral.

Sedangkan pola doji menggambarkan periode di mana harga pembukaan dan penutupan untuk suatu periode sangat dekat atau persis sama. Anda juga akan melihat bahwa, ketika Anda mulai melihat jauh ke pola-pola candlestick, panjang dari bayangan bisa sangat bervariasi.

Pola candlestick adalah salah satu teknik dimana setiap trader atau investor yang berpengalaman harus tahu. Seperti pedagang beras Jepang yang menemukannya berabad-abad lalu, emosi investor seputar perdagangan aset keuangan memiliki dampak yang besar pada pergerakan aset tersebut. Candlesticks membantu untuk mengukur emosi yang ada di pasar, dan dengan demikian membuat prediksi yang lebih baik tentang kemana harga mungkin akan menuju.

 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler