Emosi Bisa Pengaruhi Keputusan Transaksi

(MahadanaLearning) Boleh dibilang “emosi” adalah musuh terburuk dari investor dan trader, hal ini seringkali menyebabkan adanya salah penilaian dan berujung pada terjadinya kerugian.

Perasaan akan menghasilkan sesuatu yang disebut oleh psikolog Roland Barach sebagai "mindtraps" dalam buku ciptaannya, "Mindtraps: Unlocking the Key to Investment Success" (1988). Roland Barach memberikan setidaknya 88 pelajaran yang menjelaskan mengenai perangkap perasaan, seperti ketakutan dan keserakahan, yang banyak menahan kemajuan si investor dan trader.

Keserakahan
Keserakahan dapat menyebabkan investor atau trader untuk menahan posisi terlalu lama dengan harapan harga yang lebih tinggi atau keuntungan yang lebih besar, bahkan ketika harganya malah jatuh. Emosi ini telah menjadi alasan utama di balik banyak transaksi perdagangan yang telah berbalik dari keuntungan besar menjadi kerugian besar. Untuk menahan laju emosi ini, cobalah untuk mendapatkan pandangan objektif pada alasan di balik posisi transaksi Anda. Ketika salah satu posisi transaksi Anda mengalami keuntungan besar, tanyakan pada diri Anda apakah alasan di balik investasi atau transaksi awal Anda masih tetap sama, jika tidak, mungkin sudah saatnya untuk menutup atau mengurangi posisi transaksi.

Takut
Ketakutan dapat mencegah investor atau trader memasuki pasar dan menyebabkan mereka keluar dari posisi terlalu dini. Jika seorang investor atau trader terlalu cemas dengan potensi kerugian dan risiko yang datang bersama posisinya, ia juga akan sering melewatkan kesempatan yang baik. Juga, jika seorang trader lebih rentan terhadap rasa takut, ia mungkin akan melepas posisi transaksi terlalu dini yang didasarkan pada rasa takut kehilangan keuntungan yang ia telah dapatkan. Dalam banyak kasus, hal ini dapat mencegah investor dan trader dari menarik keuntungan yang jauh lebih besar.

Lumpuh Oleh Analisa
Kondisi lumpuh oleh analisis merupakan fenomena menarik di mana investor ataupun trader begitu terjebak dalam menganalisis segala sesuatu tentang potensi posisi transaksinya, mereka tidak pernah benar-benar menarik pelatuk untuk bertransaksi. Dalam hal ini, yang sering terjadi adalah bahwa investor dan trader akan terus mempertanyakan semua rincian kecil yang ditemukan dalam analisa dalam upaya mendapatkan analisa yang sempurna. Ini adalah sesuatu yang benar-benar tak bisa diraih, yang bahkan dapat mencegah investor dan trader jauh dari membuat keuntungan moneter dan dari keuntungan eksperimental dengan memasuki pasar.

Berbagai macam emosi lainnya dapat sangat mempengaruhi keputusan seorang investor ataupun trader, tapi yang penting bagi setiap pelaku pasar adalah mengenali emosi-emosi ini didalam dirinya sendiri.

Ketahui Emosi Anda
Semua trader dan investor akan mengalami setidaknya satu “mindtrap”, tetapi bagi mereka yang terbaik adalah belajar untuk mengenali, memahami dan menetralisirnya. Proses ini membentuk dasar dari pelatihan setiap trader dan investor. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjadi seorang trader yang sukses, Anda harus terlebih dahulu meluangkan waktu untuk mengenal diri sendiri dan “mindtraps” apa saja dimana Anda cenderung masuk ke dalamnya. Seorang trader yang terampil cenderung memiliki keinginan yang kuat untuk menguasai emosinya dan mencegah mereka mempengaruhi performa keputusan transaksinya.

Bagaimanapun, trader dan investor hanya manusia dan, dengan demikian, mungkin tidak ada kesempurnaan dalam pengambilan keputusan transaksi. Namun, transaksi yang menguntungkan dapat dicapai ketika trader belajar untuk mengelola emosinya. Ini akan lebih mudah untuk beberapa orang daripada orang lainnya, tetapi hanya melalui pengalaman di pasar dimana keterampilan ini dapat dikembangkan. Oleh karena itu, sebelum Anda dapat belajar bagaimana untuk menang, Anda harus mengambil beberapa risiko (atau setidaknya masuk ke pasar) dan belajar untuk menguasai emosi yang mencetak (dan kadang-kadang kehilangan) uang.

 

 

Follow Us

Email Subscription

Daftarkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Terpopuler